Miracle :)
kyaaa....
setelah bertahun-tahun 10 jari ini menari di atas keyboard notebook-ku dan menghasilkan berbagai macam tulisan dari yang fiktif sampai nyata.
setelah beberapa kali menuh-menuhin catatan di facebook, tiga kali membuat blog karena lupa kata sandi, dan menuh-menuhin timeline twitter dengan berbagai macam kalimat-kalimat aneh.
Akhirnya keajaiban itu datang juga :D
Aku percaya bahwa Tuhan itu adil.
Sebenarnya, kali ini endah mau posting satu keajaiban yang membuat Endah terus berjuang sampai saat ini. Dan keajaiban itu adalah....
hloh kok gambar? Tunggu dulu. Itu gambar sampul buku. Yup! Buku kumpulan naskah terpilih dalam lomba Tetralogi Cinta Penerbit Pena Ceta Kata terbit bulan April 2014.
apa hubungannya? Tentu ada. Di buku itu, ada naskah yang Endah ketik, dan syukur Alhamdulillah masuk 19 naskah terpilih tema First Love. Dalam event lomba Tetralogi Cinta itu, ada 2 event: First Love dan True Love yang berlangsung bulan Maret lalu. Endah baru tahu info di facebook (Grup Pena Meta Kata) padahal waktu itu adalah deadline naskahnya. Setelah sekian lama Endah nggak buka facebook dan waktu buka ada event yang udah hampir deadline 4 jam lagi. Waktu itu deadline-nya jam 23:59 padahal Endah bukanya sekitar jam 8-9 malem. Nah lo, mepet banget kan? Waktu itu bener-bener bimbang, ikut atau enggak. Padahal biasanya kalau ada event meski waktunya mepet sekalipun, Endah langsung nentuin jawaban.
Nah event ini Endah bener-bener dalam keadaan bimbang. Kenapa? Karena ini event nulis puisi dan fts.
Endah sering nulis puisi, tapi di event ini Endah nggak ada minat nulis puisi. Awalnya udah mau mundur nggak jadi ikut karena nggak ada minat nulis puisi, yang ke dua karena yang ikutan lomba udah seratusan lebih (hampir 200), yang ketiga Endah belum pernah nulis FTS.
FTS? FTS itu singkatan dari Flash True Story. Suatu cerita seperti cepen dengan penggambaran naskah cerita si 'aku' dan itu cerita bener-bener real (nyata). Jujur. Endah belum pernah ikutan nulis FTS dan dengan isengnya, Endah nulis cerita tentang Flash True Strory First Love. Sebenarnya, waktu ngetik naskah itu sempet bingung juga mau nulis cerita cinta pertama dengan siapa? Toh Endah belum pernah menjalin cinta sedikit serius dengan seseorang. Mau serius tapi malah di bikin nyesek, udah jalan menuju arah serius, ujung-ujungnya hanya bertahan sampai di tahap PDKT aja. Dan itu udah biasa. Atau, ada seseorang yang mau serius sama Endah, tapi bagi Endah hanya teman saja dan nggak lebih karena Endah pernah di bikin sakit hati dalam perjalanan menuju keseriusan dalam hubungan "pacaran" jadi, biar Endah aja yang ngrasain sakit itu orang lain nggak. Di satu sisi Endah jadi manusia yang salah, tapi di sisi lain Endah sudah melakukan suatu kebenaran. Lebih baik membatasi suatu hubungan dalam 'pertemanan' dari pada serius melangkah ke hubungan 'pacaran' tapi akhirnya malah membuat orang lain sakit hati bukankah itu dosa? hahaha...
Nah, dari kebimbangan menentukan tokoh si pria inilah membuat Endah jadi mempertimbangkan siapa tokoh pria dalam FTS yang Endah tulis. Akhirnya Endah nemu titik terang. Tokoh utama pria dalam naskah Endah bukan hanya satu orang. Tapi dua. Aneh? Gila? tapi beda! :D perbedaan inilah yang membuat Endah semakin percaya diri menulis cerita.
Tokoh pertama, dia adalah seseorang yang pertama kali mengenalkan rasa sakit hati pada Endah #wusssh. hahaha :D dia adalah seorang yang membuat Endah menjadi judes sama para pria (mungkin sampai sekarang), dan tokoh ke dua adalah teman Endah sendiri. Bukankah dalam realita kehidupan umat manusia, sebuah pertemanan menjadi cinta itu sering? Yah, dari situlah memunculkan ide bagi Endah. Sebenarnya itu juga realita dari kehidupan Endah juga si hehe.. Dan, dari realita ini membuat Endah sadar, bahwa "jangan pernah merubah teman menjadi cinta, karena itu bisa membuat jarak di antara kedekatan". Seperti sekarang, jarak berhasil melaksanakan tugasnya, membuat jembatan antara dua insan sehingga menjadi canggung dan akhirnya jauh. Itu penyesalan.
Hmm...
Yah, namanya hidup selalu berubah seperti air, berputar seperti roda pedati. Kadang di atas kadang di bawah. Banyak yang bilang bahwa hidup itu monoton, padahal dari ke monotonan itu kadang ada sesuatu hal kecil yang berbeda dari hari sebelumnya.
Oke lanjut ke naskah Endah. Setelah sudah terhindar dari zona waspada dalam kebimbangan mencari tokoh utama pria, Endah langsung menulis cerita di sisa waktu deadline yang mengejar. Dan akhirnya naskahnya jadi. Tanpa di baca ulang, langsung saja colokan modem dan send. Success! pesan telah terkirim. Naskah Endah di urutan terakhir kayaknya 237 atau 227 Endah lupa, pokoknya urutan naskah Endah 200 lebih (maaf :D) sekarang dan hari berikutnya tinggal menunggu pengumuman.
Hari minggu pagi akhir bulan Maret, Endah buka grup dan pengumuman sudah di publish. Pagi-pagi masih ada di balik selimut, dingin.
Endah bukanya lewat hape samsung belum android yang Endah punya 3 tahun yang lalu. Di pengumuman itu, tulisan atas adalah pengantar sang penerbit, lalu 31 naskah puisi tema First Love, di bawahnya 19 naskah terpilih tema First Love. Jantung Endah berdegup lebih kencang, tangan Endah yang tadinya dingin semakin dingin, 17 naskah sudah terbaca dan hasilnya nggak ada nama Endah Rosita Tofani. Nama-nama di urutan itu adalah naskah yang masuk di urutan awal. Lalu, Endah sentuh layar hape ke bawah oke di naskah ke 18 tetep nggak ada. Pesimis? Iya. Udah pesimis pasti nggak masuk. Tadinya mau langsung Endah exit tuh program java. Tapi iseng pengen lihat naskah terakhir yang masuk siapa jadinya tetep stay mandangin layar mulus si samsung. fiyuh. percaya nggak percaya. aslinya nggak percaya. serius. Waktu ada nama Endah di nomor 19 naskah terakhir yang terpilih. Sempet kucek mata berkali-kali kirain mimpi, ternyata bukan. Ini adalah pertama kalinya naskah Endah lolos terbit.
Dulu, Endah pernah kirim 1 naskah cepen fiktif di lomba. Tapi ujung-ujungnya nggak pernah baca ada nama Endah di pengumuman naskah terpilih. Itu membuat Endah pesimis kirim naskah lagi dan cuma ngetik naskah di catetan facebook, blog, twitter, dan menuh-menuhin memori netbuk. Karena merasa sedikit tidak percaya diri di zona siaga, Endah mantau terus event lomba-lomba penilaian naskah/puisi di grup. Akhirnya ada lagi lomba nulis puisi. Endah ikut, dan puisi itu adalah Symphoni Sang Pujangga yang pernah Endah publish. Itu temanya tentang cinta lagi. Puisi itu dapet nilai 87 dan puisi yang di terbitin adalah 2 puisi teratas yang nilainya 89 dan 88. Syok? Banget! Yang bikin syok adalah, Puisi Endah di urutan ke 3 dari puluhan puisi. Hanya kurang 1 poin lagi. Kecewa? Iya. Pesimis? Hampir.
Terus, Endah aktif mantau berbagai macam event di grup, dan cari inspirasi di lingkungan sekitar. Yah, meski gagal terus tapi tak ada salahnya untuk mencoba lagi dan lagi bukan? Seperti penemu lampu, Si Bel, dia gagal di 999 lampu dan akhirnya berhasil menemukan lampu di temuannya yang ke 1000.
Oke. bagi kalian yang suka di hobi bidang apapun jangan takut mencoba jangan takut gagal.
gagal coba lagi, jatuh bangkit lagi.
tunjukkan pada dunia bahwa kalian tidak kalah dengan keadaan. Dan bukan keadaan yang membuatmu lemah, tapi kamu adalah si penakluk keadaan.
Jadi? masih merasa kurang percaya diri atau pesimis lagi?
setelah bertahun-tahun 10 jari ini menari di atas keyboard notebook-ku dan menghasilkan berbagai macam tulisan dari yang fiktif sampai nyata.
setelah beberapa kali menuh-menuhin catatan di facebook, tiga kali membuat blog karena lupa kata sandi, dan menuh-menuhin timeline twitter dengan berbagai macam kalimat-kalimat aneh.
Akhirnya keajaiban itu datang juga :D
Aku percaya bahwa Tuhan itu adil.
Sebenarnya, kali ini endah mau posting satu keajaiban yang membuat Endah terus berjuang sampai saat ini. Dan keajaiban itu adalah....
hloh kok gambar? Tunggu dulu. Itu gambar sampul buku. Yup! Buku kumpulan naskah terpilih dalam lomba Tetralogi Cinta Penerbit Pena Ceta Kata terbit bulan April 2014.
apa hubungannya? Tentu ada. Di buku itu, ada naskah yang Endah ketik, dan syukur Alhamdulillah masuk 19 naskah terpilih tema First Love. Dalam event lomba Tetralogi Cinta itu, ada 2 event: First Love dan True Love yang berlangsung bulan Maret lalu. Endah baru tahu info di facebook (Grup Pena Meta Kata) padahal waktu itu adalah deadline naskahnya. Setelah sekian lama Endah nggak buka facebook dan waktu buka ada event yang udah hampir deadline 4 jam lagi. Waktu itu deadline-nya jam 23:59 padahal Endah bukanya sekitar jam 8-9 malem. Nah lo, mepet banget kan? Waktu itu bener-bener bimbang, ikut atau enggak. Padahal biasanya kalau ada event meski waktunya mepet sekalipun, Endah langsung nentuin jawaban.
Nah event ini Endah bener-bener dalam keadaan bimbang. Kenapa? Karena ini event nulis puisi dan fts.
Endah sering nulis puisi, tapi di event ini Endah nggak ada minat nulis puisi. Awalnya udah mau mundur nggak jadi ikut karena nggak ada minat nulis puisi, yang ke dua karena yang ikutan lomba udah seratusan lebih (hampir 200), yang ketiga Endah belum pernah nulis FTS.
FTS? FTS itu singkatan dari Flash True Story. Suatu cerita seperti cepen dengan penggambaran naskah cerita si 'aku' dan itu cerita bener-bener real (nyata). Jujur. Endah belum pernah ikutan nulis FTS dan dengan isengnya, Endah nulis cerita tentang Flash True Strory First Love. Sebenarnya, waktu ngetik naskah itu sempet bingung juga mau nulis cerita cinta pertama dengan siapa? Toh Endah belum pernah menjalin cinta sedikit serius dengan seseorang. Mau serius tapi malah di bikin nyesek, udah jalan menuju arah serius, ujung-ujungnya hanya bertahan sampai di tahap PDKT aja. Dan itu udah biasa. Atau, ada seseorang yang mau serius sama Endah, tapi bagi Endah hanya teman saja dan nggak lebih karena Endah pernah di bikin sakit hati dalam perjalanan menuju keseriusan dalam hubungan "pacaran" jadi, biar Endah aja yang ngrasain sakit itu orang lain nggak. Di satu sisi Endah jadi manusia yang salah, tapi di sisi lain Endah sudah melakukan suatu kebenaran. Lebih baik membatasi suatu hubungan dalam 'pertemanan' dari pada serius melangkah ke hubungan 'pacaran' tapi akhirnya malah membuat orang lain sakit hati bukankah itu dosa? hahaha...
Nah, dari kebimbangan menentukan tokoh si pria inilah membuat Endah jadi mempertimbangkan siapa tokoh pria dalam FTS yang Endah tulis. Akhirnya Endah nemu titik terang. Tokoh utama pria dalam naskah Endah bukan hanya satu orang. Tapi dua. Aneh? Gila? tapi beda! :D perbedaan inilah yang membuat Endah semakin percaya diri menulis cerita.
Tokoh pertama, dia adalah seseorang yang pertama kali mengenalkan rasa sakit hati pada Endah #wusssh. hahaha :D dia adalah seorang yang membuat Endah menjadi judes sama para pria (mungkin sampai sekarang), dan tokoh ke dua adalah teman Endah sendiri. Bukankah dalam realita kehidupan umat manusia, sebuah pertemanan menjadi cinta itu sering? Yah, dari situlah memunculkan ide bagi Endah. Sebenarnya itu juga realita dari kehidupan Endah juga si hehe.. Dan, dari realita ini membuat Endah sadar, bahwa "jangan pernah merubah teman menjadi cinta, karena itu bisa membuat jarak di antara kedekatan". Seperti sekarang, jarak berhasil melaksanakan tugasnya, membuat jembatan antara dua insan sehingga menjadi canggung dan akhirnya jauh. Itu penyesalan.
Hmm...
Yah, namanya hidup selalu berubah seperti air, berputar seperti roda pedati. Kadang di atas kadang di bawah. Banyak yang bilang bahwa hidup itu monoton, padahal dari ke monotonan itu kadang ada sesuatu hal kecil yang berbeda dari hari sebelumnya.
Oke lanjut ke naskah Endah. Setelah sudah terhindar dari zona waspada dalam kebimbangan mencari tokoh utama pria, Endah langsung menulis cerita di sisa waktu deadline yang mengejar. Dan akhirnya naskahnya jadi. Tanpa di baca ulang, langsung saja colokan modem dan send. Success! pesan telah terkirim. Naskah Endah di urutan terakhir kayaknya 237 atau 227 Endah lupa, pokoknya urutan naskah Endah 200 lebih (maaf :D) sekarang dan hari berikutnya tinggal menunggu pengumuman.
Hari minggu pagi akhir bulan Maret, Endah buka grup dan pengumuman sudah di publish. Pagi-pagi masih ada di balik selimut, dingin.
Endah bukanya lewat hape samsung belum android yang Endah punya 3 tahun yang lalu. Di pengumuman itu, tulisan atas adalah pengantar sang penerbit, lalu 31 naskah puisi tema First Love, di bawahnya 19 naskah terpilih tema First Love. Jantung Endah berdegup lebih kencang, tangan Endah yang tadinya dingin semakin dingin, 17 naskah sudah terbaca dan hasilnya nggak ada nama Endah Rosita Tofani. Nama-nama di urutan itu adalah naskah yang masuk di urutan awal. Lalu, Endah sentuh layar hape ke bawah oke di naskah ke 18 tetep nggak ada. Pesimis? Iya. Udah pesimis pasti nggak masuk. Tadinya mau langsung Endah exit tuh program java. Tapi iseng pengen lihat naskah terakhir yang masuk siapa jadinya tetep stay mandangin layar mulus si samsung. fiyuh. percaya nggak percaya. aslinya nggak percaya. serius. Waktu ada nama Endah di nomor 19 naskah terakhir yang terpilih. Sempet kucek mata berkali-kali kirain mimpi, ternyata bukan. Ini adalah pertama kalinya naskah Endah lolos terbit.
Dulu, Endah pernah kirim 1 naskah cepen fiktif di lomba. Tapi ujung-ujungnya nggak pernah baca ada nama Endah di pengumuman naskah terpilih. Itu membuat Endah pesimis kirim naskah lagi dan cuma ngetik naskah di catetan facebook, blog, twitter, dan menuh-menuhin memori netbuk. Karena merasa sedikit tidak percaya diri di zona siaga, Endah mantau terus event lomba-lomba penilaian naskah/puisi di grup. Akhirnya ada lagi lomba nulis puisi. Endah ikut, dan puisi itu adalah Symphoni Sang Pujangga yang pernah Endah publish. Itu temanya tentang cinta lagi. Puisi itu dapet nilai 87 dan puisi yang di terbitin adalah 2 puisi teratas yang nilainya 89 dan 88. Syok? Banget! Yang bikin syok adalah, Puisi Endah di urutan ke 3 dari puluhan puisi. Hanya kurang 1 poin lagi. Kecewa? Iya. Pesimis? Hampir.
Terus, Endah aktif mantau berbagai macam event di grup, dan cari inspirasi di lingkungan sekitar. Yah, meski gagal terus tapi tak ada salahnya untuk mencoba lagi dan lagi bukan? Seperti penemu lampu, Si Bel, dia gagal di 999 lampu dan akhirnya berhasil menemukan lampu di temuannya yang ke 1000.
Oke. bagi kalian yang suka di hobi bidang apapun jangan takut mencoba jangan takut gagal.
gagal coba lagi, jatuh bangkit lagi.
tunjukkan pada dunia bahwa kalian tidak kalah dengan keadaan. Dan bukan keadaan yang membuatmu lemah, tapi kamu adalah si penakluk keadaan.
Jadi? masih merasa kurang percaya diri atau pesimis lagi?

Komentar
Posting Komentar