Mie Instant
Mie instant?
Kalian pernah mendengar kata itu. Mie Instant. Yap! Kata mie instant pasti tak asing lagi di gendang telinga kalian. Banyak produk dan bentuk-bentuk dari 2 kata itu.
Gandum, telur, air, dan bahan-bahan lainnya serta bahan pengawet di padukan menjadi satu adonan di pabrik dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mie.
Tak bisa di tafsirkan bagaimana adonan mie itu di rebus dengan air sehingga mengembang dan menjadi mie yang ada di piring kalian.
Aneh.
Untung dari kecil saya tidak menyukai mie instant. Karena saya sudah terlanjur tak menyukai bentuknya. Tak kenal maka tak sayang. Tresno jalaran seko kulino. Begitu pepatah mengatakan. Tetapi meskipun saya sudah mengenal mie instant dan saya sudah terlalu kulino melihatnya di iklan televisi 21 inch di buffet rumah saya, tetap tak dapat menumbuhkan hasrat saya untuk mencobanya. hihi :D
Oh iya. Ingat! Mmm... dulu pernah pas kemah, kita bareng-bareng masak mie instant tapi saya tetap tak mau. Sampai akhirnya di tenda tak ada makanan selain mie instant. Berhubung kevevet. ya-su-dah-lah. saya nekad makan mie instant. Ternyata rasanya lumayan, meskipun pada akhirnya saya harus ke kamar mandi dalam waktu beberapa menit. haha :D
Di rumah, saya juga pernah mencoba untuk membuat mie instant, dan kejadian itu terulang lagi. Dan pada akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa lambung saya tak merestui saya untuk makan mie instant. hihi
sampai sekarang pun, jika di meja tak ada lauk. Saya tetap tak mau membuat mie instant dan lebih memilih untuk makan dengan lauk kecap dan kerupuk.
itu lebih nikmat dan lebih bisa mengganjal perut :D
penasaran ? Silakan coba hehe

Komentar
Posting Komentar