Teknik dalam teater

Siapa sangka di balik megahnya pertunjukan teater, terselip teknik-teknik yang melatarbelakangi para pemain teater sehingga mereka beradu acting dengan baik.

Ekskul teater sekolah saya terbilang cukup kondang di daerah yogyakarta, teater yang mampu meraih juara pertama tingkat nasional dalam Festival Teater Remaja di Bandung.
Dalam ekskul teater, kami (para anggota teatera) di ajari bagaimana bermain teater dengan teknik yang sebenarnya.
awalnya saya tak mengerti, sempat bingung. Teater mempunyai teknik?
Dan, pertanyaan saya terjawab setelah saya menggelut di dunia teater.
teknik-teknik teater yang guru saya ajarkan antara lain :
  1. Pernapasan
    1. Pernapasan yang di gunakan adalah pernapasan perut. Pernapasan yang dapat kita simpan dan bersumber di perut. Cara melakukannya mudah, hirup udara sedalam-dalamnya dan gembungkan perut. Bukan menaikan pundak ataupun dada, melainkan gembungkan perut, tahan dan simpan.
    2. Pernapasan dada juga termasuk dalam teknik pernapasan, tetapi pernapasan dada sering kali membuat tenggorokan menjadi sakit bahkan kadang membuat suara hilang dalam jangka waktu beberapa hari. Pernapasan dada kadang digunakan pada saat pertunjukan dengan di bantu soundsystem ataupun saat dialog tiap pemain tidak banyak.
  2. Vocal
    1. Vocal harus keras
    2. Menggunakan pernapasan perut. Cara mengolah vocal dengan perut akan meminimalisir kehabisan suara, dan meminimalisir terjadinya sakit pada tenggorokan bila menggunakan pernapasan dada.
    3. Cara yang biasa dilakukan untuk melatih vocal agar terdengar keras yaitu dengan pernapasan perut dan melakukannya berulang kali dengan berteriak menyebutkan A-I-U-E-O.
  3. Ekspresi
    1. Ekspresi yang menarik perhatian adalah ekspresi lucu, dan natural. Cara menaturalkan ekspresi adalah dengan cara memberi sugesti pada diri sendiri. "Aku adalah tuyul dan tuyul adalah aku. aku seperti tuyul dan tuyul seperti aku." Beri sugesti seperti itu jika peran yang di mainkan adalah peran sebagai tuyul. Sehingga, kamu bebas mengekspresikan tuyul pada dirimu. Misal tuyul dengan bibir merot, membelalakkan mata, memperlebar bibir, dsb.
    2. Ekspresi yang kedua adalah ekspresi dengan mengikat gerakan bibir, pipi, sorotan mata, alis, dan mimik wajah. Hal itu akan mempertajam peran.
  4. Blocking
    1. Blocking adalah tata atau penempatan pemain teater di atas panggung agar terlihat tidak monoton, tidak terkesan mempersempit panggung, ataupun memperluas panggung. Blocking biasanya di tata oleh sutradara ataupun guru teater. Atau bisa juga bloking dapat diatur oleh pengamat. Jadi, dalam teater pasti akan muncul rasa janggal ketika melihat proporsisi yang tidak enak di pandang. Nah, blocking inilah yang membuat penampilan para pemain menjadi indah ketika dilihat.
    2. Blocking tidak boleh membelakangi penonton. Artinya, para pemain teater dalam berdialog tidak boleh membelakangi penonton dengan menyuguhkan punggungnya. Jadi, ketika para pemain berdialog, harus tetap memerhatikan sudut pandang penonton.
    3. Blocking ketika adegan masyarakat. Buat serapat mungkin (sesuai dengan panggung) dan usahakan buat barisan yang tidak saling menutupi pemain lain. Pemain dengan tinggi pendek di depan dan sebagian di samping kanan (misalkan masyarakat muncul dari kiri panggung) atau sebagian di samping kiri (misalkan masyarakat muncul dari kanan panggung).
    4. Kadang, sesuatu yang kita lakukan tak selalu sama seperti apa yang kita harapkan. Jadi, usahakan blocking mengikuti lighting. Misalkan dalam latihan, tidak memakai lighting, namun dalam pementasan di panggung, akan ada perpaduan dengan lighting. Jadi, misalkan dalam panggung, blocking pemain teater tidak terkena lighting, usahakan pindah ke tempat yang terkena lighting. Tentu saja, cara berpindah harus dengan acting. Itu adalah cara kecil untuk mendapatkan fokus penonton.
  5. Penjiwaan
    1. Pemain teater harus menjiwai peran yang ia mainkan. Memberi sugesti jika peran yang di mainkan adalah tuyul. "Aku adalah tuyul dan tuyul adalah aku. aku seperti tuyul dan tuyul seperti aku.". Sugestilah diri sendiri saat memainkan peran sebagai tuyul. Jiwai peran itu, dan buatlah seolah-olah penonton melihat di atas panggung nampak seperti tuyul asli. Misalkan dengan cacat tangan, cacat kaki, budek, cadal, jail, iseng dsb.
    2. Mainlah teater dengan hati. Semua pakai rasa.
  6. Teknik Muncul
    1. Sebelum pemain berada di atas panggung. Buatlah penonton yang menunggu terkejut dan memiliki bayangan sesuatu dengan teknik muncul. Teknik muncul bisa dari jaritan, suara gaduh, ataupun hentakan kaki. Misal sebelum masuk ke panggung, katakan "Maling" jika dalam adegan sedang kebingungan mencari maling. Dan buat suara itu sekeras mungkin untuk mencuri fokus penonton. Setelah itu, barulah ekpresi dan lanjutkan dialog.
  7. Improvisasi
    • Improvisasi adalah teknik bagaimana pemain teater memberikan sanggahan, celetukan, atau tanggapan secara spontan. Cara untuk melatih improvisasi biasanya dengan di beri satu kata kunci misal "paku" buatlah kata-kata yang berhubungan dengan paku dan susunlah kata-kata yang nyaman diucapkan ketika berdialog.

Itu adalah 7 poin dari berbagai teknik mengenai teknik dalam teater yang dapat saya jabarkan.
Selamat mencoba dan selamat bermain teater :D

Komentar

  1. Balasan
    1. terima kasih kak :D maaf atas keterlambatan dalam membalas komentar :D

      Hapus
  2. guru mu pasti bangga karna muridnya sudah membagikan ilmu nya kepada masyarakat .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer